Find Us OIn Facebook

SERUAN DAN
PERINGATAN KEPADA UMMAT ISLAM
DI MANA SAJA BERADA

Imam Ibnu majah meriwayatkan bahwa akan ada lima bencana yang akan menimpa umat ini, dari Abdullah bin Umar bin Khathab ia berkata: aku adalah salah seorang dari 10 keluarga Muhajirin yang berada di rumah kediaman Rasulullah SAW, lalu beliau menghadapkan wajahnya kepada kami:” wahai kau Muhajirin! Sesungguhnya ada 5 perkara dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menemuinya, beliau bersabda..: Tidaklah muncul perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terus terang kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka wabah dan berbagai penyakit (thaun) yang belum pernah menimpa kepada orang –orang sebelum mereka. Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangannya niscaya mereka akan ditimpa dengan tandusnya tanah, paceklik sepanjang tahun, berkuasanya penguasa – penguasa yang zhalim, dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka bencana dengan tidak diturunkannya hujan dari langit kepada mereka dan kalaulah bukan karena binatang ternak niscaya Allah akan menahan turunnya hujan selama –lamanya. Dan tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara mereka dengan Allah dan Rasul-Nya melainkan Allah akan mendatangkan musuh – musuh yang bukan dari golongan mereka, lalu merampas sebagian harta yang ada ditangan mereka. Dan selama pemimpin mereka tidak berhukum dengan kitabullah dantidak memilih yang terbaik dari apa yang Allah turunkan kecuali Allah turunkan kepada mereka kesengsaraan (perpecahan) diantara mereka. (HR. Imam Ibnu Majah, 4019 dihasankan oleh Syaikh Albani)
BISSMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM
SERUAN DAN PERINGATAN KEPADA UMMAT ISLAM DI MANA SAJA BERADA
Dari Hamba Allah yang membutuhkan ampunan-Nya, kepada kaum Muslimin di mana saja berada. Assalamu’alaikum Alhamdulillahirabbil alamin washalatuwasalamu ala Rasulillahi wa alaa aalihi wa ashabihi ajm’ain, amma ba’du
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Melihat dan menyaksikan segala rangkaian peristiwa–peristiwa dan berbagai macam bentuk musibah dan bencana yang datang silih berganti melanda negeri ini, maka dapat diambil suatu renungan dan kesimpulan bahwa semua ini sebenarnya merupakan azab dan peringatan dari Allah bagi penduduk negeri yang zalim suka berbuat kedurhakaan dan melampui batas (perhatikan QS. Al-A’raf 96 s.d 100)
Dan Apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?
Maka jalan keluar satu–satunya darinya adalah bertaubat menghentikan segala kedurhakaan dan tindakan melampui batas yang kita lakukan, serta memperbaiki diri dari dosa dan kesalahan kita terhadap Allah yang Maha Pengasih Lagi Penerima Taubat. Tujuannya adalah agar dia mengampuni kita dan menurunkan rahmat dan keberkahan-Nya (QS.Nuh 10 s.d 12).
Namun kalau kita masih tetap lalai dari peringatan–peringatan dan pengajaran-Nya dan masih juga tetap bandel dalam melakukan segala kemaksiatan, maka sudah jelas dan pasti akan menyusul lagi azab yang lebih besar. Lebih banyak dan lebih dahsyat daripada yang pernah terjadi seperti tsunami, gempa dan banjir, itu adalah suatu kepastian sebagaimana yang menimpa umat–umat terdahulu dimana bekas–bekas puing keruntuhan dan kemusnahan mereka masih dapat dilihat dan masih dilalui oleh manusia akan bekas–bekas keruntuhan peradaban mereka karena kerasnya siksaan Rabbulalamin kepada umat yang durhaka (bacalah QS. Ar-Rum 41 s.d 45)
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang MEMPERSEKUTUKAN (ALLAH)."
43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang Lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah[1172]. 44. Barangsiapa yang kafir Maka Dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan Barangsiapa yang beramal saleh Maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), 45. Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
[1172] Yakni sebahagian mereka berada dalam surga dan sebahagian lagi berada dalam neraka.
WAHAI KAUM MUSLIMIN HENTIKAN perbuatan–perbuatan durhaka yang sedang kalian lakukan di Negeri ini, seperti:
1. KEMUSYRIKAN besar seperti menyembah syaithan, Nyai Roro Kidul dan sejenisnya, meminta dan berdo’a kepada selain Allah seperti orang-orang alim yang telah mati, kuburan–kuburan, keramat, membuat sesajen dan tumbal untuk membangun gedung dan ruwatan untuk hilangkan sial, mendatangi gunung kawi, gua–gua, pohon, sungai dan tempat pemujaan–pemujaan lainnya yang dikeramatkan untuk dapatkan kekayaan dan jabatan dan kenikmatan–kenikmatan duniawi sesaat.
2. MENDATANGI DUNIA PERDUKUNAN, sihir, teluh, pellet, ramai meramal dan penglarisan dengan media–media kotor, najis dan terlarang, mempelajari ilmu–ilmu kanuragan dan tenaga dalam kebatinan yang semuanya itu adalah haram dan terlarang. Juga memburu jimat, barang–barang bertuah yang semuanya itu adalah najis dan terkutuk.
3. MENINGGALKAN PETUNJUK NABI Shalallahu Alaihi Wassalam, dalam aqidah, ibadah, mua’amalah dan membuat bid’ah–bid’ah yang syirik dan munkar.
4. MENINGGALKAN SHALAT FARDHU dan meremehkannya yang itu adalah merupakan perbuatan kekafiran, dan juga meninggalkan puasa ramadhan dengan sengaja tanpa suatu alasan yang dibenarkan, juga meninggalkan Zakat wajib dan ibadah Haji bagi yang mampu namun mereka mengingkarinya maka itu juga adalah kekafiran dan dosa yang besar.
5. MELAKUKAN PERZINAHAN, pelacuran, minuman keras dan obat–obatan terlarang, homo seksual dan lesbian, perjudian, perampokan, pembunuhan dan pencurian.
6. PENIPUAN, mempermainkan takaran dan timbangan oleh para pedagang, korupsi dan pungutan–pungutan liar atau pemerasan di jalan–jalan, di pasar dan di kantor pelayanan masyarakat.
7. TIDAK MEMAKAIN JILBAB/BUSANA MUSLIMAH BAGI PARA WANITA Muslimah dan sebaliknya memakai busana seperti wanita–wanita kafir di eropa dan amerika.
8. MELIHAT FILM–FILM CABUL dan gambar–gambar porno dan membaca koran, majalah dan melihat internet, tv yang berisi kecabulan dan pemujaan syahwat.
9. PACARAN DAN PERGAULAN BEBAS antara muda–mudi dan membenci serta tidak mau segera menikah.
10. MELIHAT DAN MENDENGARKAN NYANYIAN DAN MUSIK para artis biduan–biduanita yang mendendangkan lirik atau sya’ir yang berisi syahwat dan cinta yang rendah dan berisi pemujaan kepada setan dan atheisme yang kebanyakan ada pada penyanyi-penyanyi dan rocker ”barat”
11. PARA ANGGOTA LEMBAGA–LEMBAGA TINGGI NEGARA YANG TIDAK KONSEKWEN DENGAN PENGAKUAN MEREKA SEBAGAI MUSLIM di mana mereka menolak dan tidak mau menjadikan hukum–hukum Allah dan aturan–aturan-Nya tersebut sebagai dasar, nafas dan pandangan hidup serta panglima dalam menjalankan pemerintahan dan kenegaraan dan menjadikannya sebagai kitab Undang–undang mereka dalam menyelesaikan perselisihan di antara mereka, baik pidana maupun perdata. Penolakan mereka adalah suatu perbuatan kekufuran. Termasuk jika mereka menolaknya dengan disertai suatu anggapan bahwa undang–undang atau syari’at Allah tersebut adalah terbelakang kejam dan tidak sesuai dengan zaman lagi, maka ini adalah suatu kekafiran di sisi Allah yang akan mengeluarkan mereka dari agama Islam (murtad) kalau mau (bacalah al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 44 s.d 50).MAKA HENDAKLAH MEREKA TAKUT KEPADA ANCAMAN ALLAH INI.
12. PARA ANGGOTA PERLEMEN DAN PARTAI–PARTAI POLITIK YANG MANA MEREKA MEMBUAT PARTAI-PARTAI POLITIK DAN TERJUN KE DALAM DUNIA PARLEMEN DAN DEMOKRASI YANG PRINSIP–PRINSIP AJARANNYA TIDAK PERNAH ADA DI DALAM SYARI’AT ISLAM YANG AGUNG. Bahkan pendiriannya oleh sebagian umat Islam yang menempuh cara perjuangan seperti ini (Demokrasi, Parlemen dan Pemilu) adalah merupakan kemusyrikan, kekufuran, bid’ah dan ma’syiat, bertentangan dengan syari’at Islam, hasilnya secara pasti Allah memecah belah kesatuan dan kekuatan kaum Muslimin serta mengundang kemurkaan Allah, sebenarnya ajaran demokratis dan parlemen tersebut adalah berasal dari kaum musyrikin kafir Yunani kuno, bukan dari syari’at Allah yang suci dan penuh rahmat dan kebaikan. Dengan demikian maka mereka–para penggiat partai dan demokrasi serta aktifitas parlemen tersebut–mendirikannya dan betah berjuang di dalamnya pada hakekatnya–hanyalah untuk mencari dunia dan popularitas (Qs. An-Nahl 104 S.D 107) Mereka telah jatuh ke dalam kesesatan di sana kecuali bila mereka bertaubat dan memperbaiki diri dan meninggalkan partai dan dunia parlemen serta kembali kepada tauhid dan syari’at Islam yang kaffah, sudah hampir 1 (satu) abad perjuangan mereka (di Indonesia) dengan cara kepartaian dan pemilu untuk menguasai parlemen–demi tegaknya syari’ah Islam, kata mereka, tapi sampai hari ini kekusaan dan syari’ah Islam belum tegak juga diIndonesia dan bahkan negara ini bukannya menjadi baik dan sejahtera dan Islami malah semakin sekuler dan rusak hampir dalam semua sisi kehidupan masyarakat dan negaranya dengan diterapkannya sistem demokrasi, parleman di negeri ini. Bahkan semakin bertambah –tambah kerusakannya dengan datangnya berbagai bencana alam dan musibah serta kemiskinan dan pengangguran.
Sementara masyarakat semakin muak dengan memperlihatkannya tingkah polah mereka diTV, koran serta media–media masa dan elektronik lainnya akan kasus–kasus mereka yang membuat akal dan hati menjadi bingung dan prihatin. Padahal mereka telah disumpah dengan al-Qur’an. Maka kesimpulan hukumnya berdasarkan syari’at Allah yang suci dan kenyataan pahit akibat dipakainya sistem ini adalah haram tanpa keraguan lagi dan terlarang memilih mereka semuanya karena tiada maslahatnya (kebaikannya), kecuali sangat sedikit sekali yang dapat diambil manfaatnya dari keberadaan mereka. Dan sebagainya maka jalan yang harus ditempuh kaum Muslimin adalah menyerukan kepada para negarawan anggota–anggota parlemen para birokrat dan masyarakat Muslim semuanya untuk menjalankan syari’at Islam serta tunduk patuh dan kembali kepada Allah secara konsekwen jika mereka memang mengaku sebagai Muslim dan meninggalkan sistem demokrasi parlementer yang kufur dan rusak tersebut (QS. Ar-Rum 31 dan 31)
13. MENINGGALKAN, MENJAUHI DAN MEMBENCI SYARI’AT JIHAD yang penuh berkah melawan kekuatan kafir dan zalim yang pada hari ini adalah amerika dan para sekutunya– yang saat ini telah menguasai negeri–negeri Muslim seperti yang kita telah ketahui bersama sehingga menimbulkan kehinaan, kekalahan, penderitaan, perampasan harta dan kekayaan alam mereka serta penindasan terhadap harga diri dan martabat kaum Muslimin,
Ketahuilah bahwa eksistensi Islam adalah dengan diamalkanya syari’at jihad dengan benar
dan inilah paling ditakutkan oleh para aggresor kuffar “barat” saat ini jika kaum Muslimin bangkit melawan mereka dengan Tauhid dan jihad yang haq. Hilangnya izzah (kemulaan dan harga diri) kaum Muslimin dan lemahnya mereka adalah disebabkan hilangnya tauhid dari dada–dada kaum Muslimin dan hilangnya jihad dari amal–amal mereka ini adalah fakta yang tak terbantahkan penyebab utamanya adalah kecintaan mereka yang besar terhadap kenikmatan dunia (QS. At-Taubah: 24)
Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
sehingga meninggalkan perintah Allah yang agung ini.
Jika kaum Muslimin sadar dari tidur mereka yang panjang dan bangkit kembali untuk mengamalkan agama dan jihad mereka secara tulus dan konsekwensi maka dunia akan dipenuhi kembali oleh keadilan dan kasih sayang seperti yang pernah terjadi di masa kejayaannya dahulu, bahkan rahmat dan keadilannya itu juga dirasakan oleh kaum minoritas yang hidup di dalam kekuasaan Islam. Demikianlah sejarah telah mencatat dengan tinta emas akan buah tauhid dan jihad yang diamalkan dengan benar di masa lalu.
14. PARA PENGUASA YANG TELAH MENGHALANGI KAUM MUSLIMIN UNTUK MENGETAHUI AGAMA ISLAM yang sebenarnya sehingga manusia tidak mengatahui tentang mana yang tauhid dan mana yang syirik, mana yang sunnah dan mana yang bid’ah mana yang halal dan mana yang haram, mana yang pahala dan mana yang dosa, mana yang ma’ruf dan mana yang munkar, mana yang taat dan mana yang maksiat, mereka telah membengkokkan manusia dari jalan Allah yang lurus ini, kepada Filsafat–Filsafat Dan Ideologi Kufur Seperti Demokrasi, Liberalisme, Humanisme, Nasionalisme, Komuniskme, Sosialisme, Kapitalisme, Atheisme, Kebatinan Dan Faham–Faham Kufur Ciptaan Manusia lainnya yang pernah ada dimuka bumi ini.
Karena agama ISLAM yang ada HARI INI sudah BERCAMPUR dengan karat–KARAT dan KOTORAN ADAT dan TRADISI KEMUSYRIKAN dan BUDAYA–budaya LOKAL maupun NASIONAL, JUGA telah BERCAMPUR dengan ideologi–IDEOLOGI KUFUR ciptaan manusia, JUGA telah BERCAMPUR dengan KHUROFAT (dongeng) dan TAHAYUL (kepercayaan animisme) JUGA telah BERCAMPUR dan bersenyawa DENGAN hadits–HADITS PALSU dan lemah SERTA tafsir–TAFSIR KEBATINAN yang dipenuhi cerita israiliyat dan khurofat maka keaslian dan keindahan, kebaikan keadilannya, kemudahan dan keluwesannya serta kekuatan dan kemuliaannya dari agama Islam yang haq ini telah sirna dan berubah menjadi agama tradisi yang dipenuhi nilai–nilai kebalikannya, yang sulit, berat dilakukan dan gambaran yang negatif tentangnya.
Akibatnya tentu kita akan melihat dan bahkan telah menyaksikan dengan penuh keyakinan tentang kenyataan praktek–praktek beragama kaum Muslimin di nusantara yang beraneka macam mulai dari aqidah s.d cara ibadah dan muamalahnya. Sangat membingungkan.
TENTU para PENGUASA dan ULAMANYA-lah yang PALING BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP penyimpangan–PENYIMPANGAN dalam PRAKTEK BERAGAMA yang terjadi PADA MASYARAKAT ISLAM. Apakah Allah memang mengajarkan agama Islam yang beraneka macam tersebut? Tentu tidak. Akan tetapi mereka secara mayoritas telah terjerumus di dalam kesesatan. Kecuali bagi siapa yang diberi petunjuk Allah untuk mencarinya lalu mempelajarinya dan mengamalkannya serta berpegang teguh kepadanya. Sebab Allah masih menjamin agama Islam yang sebenarnya, namun hanya sedikit sekali dari hamba-Nya yang mengetahuinya dan mengamalkannya serta berpegang teguh kepadanya (QS. An-Nahl 88, QS. Yusuf 37 s.d 40)
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan allah, kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan[837] disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. [837] maksudnya: siksaan yang berlipat ganda.
Yusuf berkata: "tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku pengikut agama bapak-bapakku Yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub. Tiadalah patut bagi Kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada Kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya). Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Wahai kaum Muslimin kembalilah tunduk dan penuhi kepada Syari’at Islam yang mulia, kembalilah wahai umat yang pernah berjaya dan berwibawa selama 1000 tahun lebih dihadapan mata dunia, kepada kemuliaan kalian. Hilangkanlah kelemahan kalian, perbaikilah aqidah kalian dan ikuti sunnah, sunnah Nabi kalian Shalallahu alaihi wassalam dan teladani perjalanan umat terbaik di masa lalu yaitu generasi Salafussholeh. BELAJARLAH ILMU SYRI’AT YANG SUCI DAN MULIA DAN REGUKLAH ISINYA DAN AMALKAN AMANAT–AMANAT ALLAH YANG MAHA AGUNG INSYA Allah dia akan menolong kita untuk mengembelikan kejayaan dan kemuliaan kita yang kedua kalinya. Amin.
Kami menghimbau kepada kaum Muslimin yang masih peduli kepada masalah umat, PERBANYAKLAH SURAT PERINGATAN INI, BAIK DENGAN DIFOTO KOPI BOLAK BALIK DAN BAGIKANLAH SECARA CUMA – CUMA kepada saudara kalian atau tempelkan di papan – papan pengumuman di masjid –masjid dan mushollah dimana saja dan tempet–tempat dimana kaum Muslimin banyak berkumpul di sana, agar mereka mau mengetahui dan insyaf. semoga Allah merahmati kalian dengan memperbanyak dan membagikannya kepada kaum Muslimin. Tiada jalan keluar lagi dari prahara dan bencana serta kesulitan–kesulitan yang besar dan dahsyat ini kecuali kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, bertaubat dan memperbaiki diri dengan tulus dan ikhlas, laa haula wa laa quwwata illa billah
Dan kami menulis ini adalah untuk memenuhi Firman Allah di dalam al-Qur’an surat Al-A’raf: 164 s.d 165 “ Dan ingatlah ketika suatu umat di antara mereka berkata:” Mengapa kamu menasehati suatu kaum yang akan dibinasakan atau akan di azab Allah dengan azab yang sangat keras?“: mereka menjawab: “agar kami mempunyai alasan (lepas tanggungjawab) kepada Tuhanmu dan agar mereka bertaqwa” maka setelah mereka melupakan apa yang diperingtkan kepada merekea, maka selamatkan orang–orang yang melarang berbuat jahat dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. “
Dan sebagai pemenuhan anjuran Allah pada surat Ali Imran 104. “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan mereka itulah orang–orang yang beruntung”
Serta khawatir dan takut akan ancaman dari Allah melalui lisan Rasul-Nya yang mulia Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. “Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya. Hendaklah kalian menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran atau Allah nyaris menimpakan siksa kepada kalian dari sisi-Nya, lalu kamu berdo’a kepada-Nya dan tidak dikabulkan bagi kalian (HR. Ahmad dari Hudzaifah ibnu Yaman radhiallahuanhu) Jika antum membutuhkan penjelasan dan mendukung seruan serta nasehat ini, hubungi kami di 081932063679 atau 081382227222.
Dan bagi para ulama dan ustad yang mendukung seruan ini maka kami berhadap agar mereka yang telah diamanahkan ilmu dan kewajiban berda’wah kepada manusia ini, mau membantu dengan memberikan penjelasan tentang isi seruan dan nasehat kepada ummat, beramar ma’ruf dan nahyi anil munkar dan mengajak ummat kepada kalimat tersebut (QS. Luqman: 17)
Semoga Allah tabaaroka wa ta’ala meridhoi setiap usaha kita yang baik dan ikhlas dan mengumpulkan kitab bersama para Nabi dan Rasul, shiddiqqin, syuhada dan solihin di jannatunna’im, negeri yang penuh dengan kenikmatan nan abadi, amin, mereka itulah sebaik – baik teman,
Wabillahitaufiq Wal Hidayah, Wassalamu ‘Alaikum Warrahmatullahi Wabaraakatuh.

Bumi Allah Jabodetabek 1431 H

Hamba yang Faqir kepada-Nya
Lebih baru Lebih lama

Followers