Find Us OIn Facebook

Kebiasaan melakukan shalat dengan gerakan-gerakan yang benar, ternyata menurut hasil penelitian dari para ahli, berdampak sangat baik bagi kesehatan tubuh. Bahkan hal ini telah ada riset yang mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Hebatnya lagi seorang dokter berkebangsaaan Amerika menyatakan diri masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan shalat. Allah berfirman: "Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dand petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman" (QS: Yunus 57)



Berikut ini manfaat shalat bagi kesehatan berdasarkan gerakan-gerakannya:

1. Takbiratul Ihram

Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.



2. Ruku'

Ruku' yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehigga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corupus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagtian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.



3. I'tidal

Bangun dari ruku', tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tengan setinggi telinga I'tidal merupakan variasai dari postur setelah ruku' dan sebelum sujud. Gerakan ini bermfanaat sebagai latihan yang bagi organ-organ pencernaan Pada saat i'tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarakan pencernaan.



4. Sujud

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seserorang . Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma'ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku' maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerim banyak pasokan oksigen. pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendaptakan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma'ninah dan kontinyu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi csecara normal. Darah tidak akan memaskuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseroang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.



5. Duduk di antara Sujud

Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarrru' (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan rasa nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru' sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasai posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru' menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.



6. Salam

Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri sebcara maksimalo. Salam bernafaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.



Demikian yang bisa dilakukan untuk memberikan sedikit penjelasan dari sedikit hal yang dapat di ketahui.







Lebih baru Lebih lama

Followers